Kader FNV antusias mengenai konferensi di Indonesia

Wawancara

Redactie
Door Redactie 10 maart 2026

“Mengesankan.” Itulah pendapat anggota pengurus FNV Michiel Hallema dan Winod Bishesar mengenai kunjungan ke Indonesia saat misi FNV bulan September. Di sana mereka bertemu dengan anggota serikat buruh lainnya dari berbagai negara yang tergabung dalam jaringan International Palm Oil Workers United (IPOWU). Mereka juga melakukan kunjungan lapangan.

 

 

Michiel dan Winod bekerja di Cargill, perusahaan multinasional Amerika di Botlek, Rotterdam. Cargill memasok produk makanan, pertanian, dan industri serta memberikan layanan jasa ke seluruh dunia. Perusahaan tersebut mengolah dan memurnikan minyak sawit menjadi produk yang dapat digunakan. Michiel bekerja sebagai operator layar monitor dan Winod merupakan laboran senior. Keduanya terlibat dalam proses pemurnian minyak sawit mentah yang menghilangkan semua kandungan pestisida.

Mereka melakukan perjalanan ke Indonesia dari tanggal 6 sampai 14 September, pertama-tama ke Jakarta lalu ke Kalimantan untuk menghadiri pertemuan dan kunjungan lapangan. Michiel yang sudah menjadi anggota pengurus internasional selama beberapa tahun juga ikut menghadiri konferensi IPOWU di Kolombia tahun lalu. Sementara itu, Winod baru terlibat dalam kegiatan serikat buruh internasional dan semua pertemuan merupakan hal baru baginya. “Saya sangat senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ucapnya. “Saya menganalisis minyak sawit mentah di Rotterdam, tetapi saya tidak tahu cerita di baliknya. Sekarang saya sudah melihat apa yang terjadi di awal rantai pasok dan saya semakin menghormati serta memahami pekerjaan para buruh.”

Michiel Hallema dan Winod Bishesar di Indonesia

Pekerja dalam kemiskinan

Berada di garis depan dalam rantai pasok, merekalah para pekerja di perkebunan sawit yang menyemprotkan pestisida tanpa alat pelindung yang memadai. Mereka yang melakukan pekerjaan berat untuk memanen tandan buah dengan jam kerja yang panjang. Di sana para perempuan tidak memiliki ruang ganti atau kamar bilas terpisah. Di sana para pekerja mendapat upah yang rendah selama bertahun-tahun. “Di Kolombia, saya bertemu dengan para pekerja dalam kemiskinan yang, misalnya, tidak mampu membeli layanan data seluler,” cerita Michiel. “Mereka bangun pagi-pagi sekali untuk mengurus keluarga mereka dahulu kemudian pergi menuju perkebunan untuk bekerja. Setelah hari yang melelahkan, mereka pulang ke rumah dan mengurus keluarga mereka lagi. Enam hari dalam seminggu. Di Indonesia keadaannya bahkan mungkin lebih buruk. Mereka tidak memiliki apa-apa dan bekerja membanting tulang dengan tunjangan kerja yang buruk.”

Mudah menjalin kontak

Memang sungguh berkesan. “Kita kembali menyadari betapa beruntungnya kita,” kata Michiel, “sementara mereka juga sangat layak mendapatkan yang kita miliki.” Winod menambahkan, “Hal yang baik bahwa FNV mendukung serikat buruh dari para pekerja tersebut.” Keduanya merasa puas dengan pertemuan dan pertukaran pengetahuan di Indonesia. “Konferensinya diselenggarakan dengan sangat baik,” ucap Winod. “Interaksi antara berbagai anggota serikat buruh sangat menyenangkan. Sangat mudah untuk menjalin kontak. Saya mendapat banyak pertanyaan tentang bahan-bahan berbahaya dan saya berupaya menjawabnya sebaik mungkin.”

Monokultur rentan terhadap penyakit

Sebelumnya Winod menyatakan bahwa konsentrasi pestisida dalam minyak sawit dari Indonesia menurun, tetapi dioksinnya meningkat. Hal itu disebabkan oleh pembakaran pohon-pohon tua di perkebunan. Asap yang dihasilkan diserap kembali oleh buah sawit. Dalam proses pemurnian minyak sawit berlaku prinsip: semakin bersih minyaknya, semakin besar keuntungannya. Michiel menyaksikan betapa dominannya pohon sawit di sebagian besar wilayah Indonesia. “Monokultur seperti itu jauh lebih rentan terhadap penyakit sehingga memerlukan lebih banyak pestisida.” Pada saat yang sama, mereka juga melihat sejenis burung hantu yang diimpor dari Amerika untuk membasmi tikus yang menggali dan merusak di perkebunan. “Pertanyaannya: apakah hal itu merupakan solusi yang baik?” Semua hal itu menjadi topik diskusi.

Aplikasi kompensasi kenaikan harga

Michiel telah mengembangkan sebuah aplikasi untuk perusahaannya. Aplikasi itu secara otomatis menghitung semua kompensasi kenaikan harga yang menjadi hak pekerja. Ia menghubungkan data dari CBS (Badan Pusat Statistik Belanda) dengan upah para pekerja. Aplikasi itu tersedia untuk anggota IPOWU di negara lain. “Instrumen ini memperlihatkan kompensasi kenaikan harga secara otomatis dan sangat bermanfaat saat negosiasi,” katanya. “Serikat buruh lain menyambut aplikasi ini dengan baik.”   

Langsung berbagi

Setelah kembali dari Indonesia, mereka berdua membagikan pengalamannya kepada rekan kerja. Michiel berbagi di komite pekerja dan Winod berbagi di unit kerjanya. Penggunaan pestisida kini menjadi salah satu topik dalam agenda musyawarah tiga bulanan. “Manajemen terbuka terhadap hal itu. Dengan begitu, kami dapat memulai upaya kami,” ucap Winod. “Kami sungguh tidak menduganya dan hal itu membuat kami memiliki kesan positif tentang perusahaan kami. Itulah yang kami inginkan karena kami ingin membantu negara lain.” Michiel juga gembira dengan kesediaan Cargill untuk turut memikirkan masalah tersebut. “Saya berkomitmen untuk mengurangi penggunaan pembasmi hama. Keterlibatan manajer kantor cabang dan laboratorium litbang merupakan hal yang sangat baik.”

Wawancara: Astrid van Unen

Cookies op websites van de FNV

De FNV gebruikt functionele cookies die noodzakelijk zijn om de websites zo goed mogelijk te laten functioneren. Daarnaast maken we optioneel gebruik van statistische en marketing cookies. De functionele en statistische cookies maken geen gebruik van persoonsgegevens. De marketing cookies worden gebruikt voor het personaliseren van advertenties. Onderstaand kun je toestemming geven voor het gebruik van cookies. Voor meer informatie, of om op ieder moment je instellingen weer te wijzigen, kun je terecht op onze pagina over de cookies.

Functionele cookies: Cookies die nodig zijn om te zorgen dat de websites naar behoren functioneert.

Statistische cookies

:

helpen ons te begrijpen hoe bezoekers onze website gebruiken (paginaweergaven, klikgedrag). Deze gegevens worden anoniem gemeten en gedeeld met drie externe partners.

Marketing cookies

:

worden gebruikt om onze diensten via online advertenties onder de aandacht te brengen. Bij acceptatie van marketing cookies delen wij je persoonsgegevens met vier externe partners voor retargeting en advertentiepersonalisatie.