Hambatan hukum, kurangnya perlindungan bagi anggota serikat buruh, dan kekerasan politik berkelanjutan. Di Kolombia, gerakan serikat buruh sehari-hari berjuang tanpa banyak dukungan dari pemerintah. Walaupun demikian, serikat buruh tetap meraih kesuksesan. Konsultan FNV DIego Lopez dari Kolombia menuliskan beberapa pencapaian tersebut.
Berkat dukungan proyek kolaborasi dengan Mondiaal FNV, organisasi serikat buruh berhasil memperkuat kehadiran mereka di dalam debat publik serta terus memprioritaskan persatuan dan pengembangan kapasitas meskipun menghadapi hambatan-hambatan yang disebutkan di atas. Berikut merupakan beberapa peristiwa penting yang telah dicapai oleh Coordinadora Sindical Palmera (koordinasi serikat buruh sawit):
Pencapaian-pencapaian tersebut berlandaskan kesadaran kolektif para buruh sawit bahwa mereka menjadi lebih kuat melalui aksi bersama dan perumusan tuntutan mereka secara kolektif meskipun mereka berasal dari serikat buruh yang berbeda, seperti Sintrainagro (agroindustri) atau Sintraimagra (industri pangan).
Fokus yang sama pada aksi bersama juga dikembangkan di tingkat internasional melalui International Palm Oil Workers Union (IPOWU). Coordinadora Sindical Palmera melihat banyak manfaat dalam hal itu. Kunjungan kerja ke Indonesia di bulan September 2025 khususnya membuka wawasan para serikat buruh sawit Kolombia. Berbagai masalah yang terus muncul—termasuk penggunaan agrokimia yang dilarang oleh UE, upah buruh yang rendah di industri minyak sawit, kurangnya jaminan kebebasan berserikat, dan kekerasan berbasis gender terhadap perempuan di perkebunan—menekankan perlunya kerja sama dengan para mitra di Belanda, Ghana, dan Indonesia.
Selain itu, keanggotaan IPOWU memungkinkan para serikat buruh untuk memberikan tekanan kepada perusahaan-perusahaan tertentu agar memenuhi kewajiban mereka. Tidak ada perusahaan yang ingin diidentifikasi oleh jaringan internasional tersebut sebagai perusahaan yang tidak mematuhi perjanjian internasional, seperti kewajiban RSPO, kesepakatan Global Compact, atau konvensi ketenagakerjaan internasional ILO.
Walaupun serikat buruh sawit terus-menerus berjuang memperbaiki kondisi kerja melalui kolaborasi, kekerasan anti-serikat buruh masih menjadi faktor penting di Kolombia. Kelangsungan gerakan serikat buruh itu sendiri merupakan sebuah prestasi yang tidak mungkin tercapai tanpa solidaritas internasional. Meskipun demikian, hasil-hasil yang dicapai berkat solidaritas tersebut dalam hal penguatan dan pertumbuhan memungkinkan para serikat buruh bermimpi dan berjuang untuk lebih banyak perubahan. Dukungan FNV membantu menghadapi masa-masa sulit, dengan keyakinan bahwa gerakan serikat buruh internasional berada di pihak buruh tani Kolombia.
Teks: Diego Lopez