Meskipun menghadapi hambatan, serikat buruh Kolombia tetap meraih kesuksesan

Perkembangan di Kolombia

Redactie
Door Redactie 23 januari 2026

Hambatan hukum, kurangnya perlindungan bagi anggota serikat buruh, dan kekerasan politik berkelanjutan. Di Kolombia, gerakan serikat buruh sehari-hari berjuang tanpa banyak dukungan dari pemerintah. Walaupun demikian, serikat buruh tetap meraih kesuksesan. Konsultan FNV DIego Lopez dari Kolombia menuliskan beberapa pencapaian tersebut.

Pekerja di perkebunan kelapa sawit

Berkat dukungan proyek kolaborasi dengan Mondiaal FNV, organisasi serikat buruh berhasil memperkuat kehadiran mereka di dalam debat publik serta terus memprioritaskan persatuan dan pengembangan kapasitas meskipun menghadapi hambatan-hambatan yang disebutkan di atas. Berikut merupakan beberapa peristiwa penting yang telah dicapai oleh Coordinadora Sindical Palmera (koordinasi serikat buruh sawit):

  • Berdirinya Sekolah Serikat Buruh Sawit (Escuela Sindical Palmera).Sekolah ini merupakan ruang kerja terpusat yang terdiri atas 14 serikat buruh sawit dari jaringan nasional. Sekolah ini memiliki struktur kepengurusan sendiri dan berfungsi sebagai titik simpul untuk organisasi-organisasi yang bergerak di bidang penelitian, pendidikan, dan kerja sama.
  • Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Walaupun ada kesulitan dalam dialog sosial di sektor sawit, PKB berhasil menaikkan upah serta meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja bagi ratusan buruh.
  • Pertumbuhan serikat buruh yang terarah. Strategi ini, yang fokus pada serikat-serikat buruh yang sangat lemah dan terancam bubar karena anggota yang sedikit, telah menghasilkan pertumbuhan hingga 600%. Para serikat buruh tersebut sekarang berkembang menjadi aktor lokal penting, contohnya di La Gloria, Cesar.
  • Pengakuan politik. Coordinadora Sindical Palmera telah mendapatkan pengakuan politik dari lembaga pemerintah, perusahaan, dan aktor internasional. Hal ini telah menghasilkan: diskusi antara serikat buruh sawit dengan Kementerian Pertambangan dan Energi mengenai kebijakan pemerintah tentang bahan bakar nabati; pertemuan dialog sosial pertama dengan Fedepalma, asosiasi perusahaan minyak sawit paling penting di Kolombia; dan partisipasi dalam forum pelatihan dan dialog tripartit yang diselenggarakan oleh Organisasi Ketenagakerjaan Internasional (ILO) untuk membahas upah layak di bidang pertanian.

Pencapaian-pencapaian tersebut berlandaskan kesadaran kolektif para buruh sawit bahwa mereka menjadi lebih kuat melalui aksi bersama dan perumusan tuntutan mereka secara kolektif meskipun mereka berasal dari serikat buruh yang berbeda, seperti Sintrainagro (agroindustri) atau Sintraimagra (industri pangan).

Nilai tambah IPOWU

Fokus yang sama pada aksi bersama juga dikembangkan di tingkat internasional melalui International Palm Oil Workers Union (IPOWU). Coordinadora Sindical Palmera melihat banyak manfaat dalam hal itu. Kunjungan kerja ke Indonesia di bulan September 2025 khususnya membuka wawasan para serikat buruh sawit Kolombia. Berbagai masalah yang terus muncul—termasuk penggunaan agrokimia yang dilarang oleh UE, upah buruh yang rendah di industri minyak sawit, kurangnya jaminan kebebasan berserikat, dan kekerasan berbasis gender terhadap perempuan di perkebunan—menekankan perlunya kerja sama dengan para mitra di Belanda, Ghana, dan Indonesia.

Selain itu, keanggotaan IPOWU memungkinkan para serikat buruh untuk memberikan tekanan kepada perusahaan-perusahaan tertentu agar memenuhi kewajiban mereka. Tidak ada perusahaan yang ingin diidentifikasi oleh jaringan internasional tersebut sebagai perusahaan yang tidak mematuhi perjanjian internasional, seperti kewajiban RSPO, kesepakatan Global Compact, atau konvensi ketenagakerjaan internasional ILO.

Kekerasan anti-serikat buruh

Walaupun serikat buruh sawit terus-menerus berjuang memperbaiki kondisi kerja melalui kolaborasi, kekerasan anti-serikat buruh masih menjadi faktor penting di Kolombia. Kelangsungan gerakan serikat buruh itu sendiri merupakan sebuah prestasi yang tidak mungkin tercapai tanpa solidaritas internasional. Meskipun demikian, hasil-hasil yang dicapai berkat solidaritas tersebut dalam hal penguatan dan pertumbuhan memungkinkan para serikat buruh bermimpi dan berjuang untuk lebih banyak perubahan. Dukungan FNV membantu menghadapi masa-masa sulit, dengan keyakinan bahwa gerakan serikat buruh internasional berada di pihak buruh tani Kolombia.

Teks: Diego Lopez

Cookies op websites van de FNV

De FNV gebruikt functionele cookies die noodzakelijk zijn om de websites zo goed mogelijk te laten functioneren. Daarnaast maken we optioneel gebruik van statistische en marketing cookies. De functionele en statistische cookies maken geen gebruik van persoonsgegevens. De marketing cookies worden gebruikt voor het personaliseren van advertenties. Onderstaand kun je toestemming geven voor het gebruik van cookies. Voor meer informatie, of om op ieder moment je instellingen weer te wijzigen, kun je terecht op onze pagina over de cookies.

Functionele cookies: Cookies die nodig zijn om te zorgen dat de websites naar behoren functioneert.

Statistische cookies

:

helpen ons te begrijpen hoe bezoekers onze website gebruiken (paginaweergaven, klikgedrag). Deze gegevens worden anoniem gemeten en gedeeld met drie externe partners.

Marketing cookies

:

worden gebruikt om onze diensten via online advertenties onder de aandacht te brengen. Bij acceptatie van marketing cookies delen wij je persoonsgegevens met vier externe partners voor retargeting en advertentiepersonalisatie.